SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM
A. Ekosistem
1. Pengertian Ekosistem
Ekologi berasal dari bahasa Yunani,
yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup,
dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari
baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan
lingkungannya.
Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk
hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Definisi ekologi
seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel (zoologiwan
Jerman, 1834-1914).
Ekologi
adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai
ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk
pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di
antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama
guna meningkatkan produktivitas.
Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki
interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk
menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.
Dalam studi ekologi digunakan metoda
pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam
suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas,
dan ekosistem.
Kalian pernah melihat kupu–kupu
beterbangan di halaman sekolahmu? Kupu–kupu hinggap pada tanaman bunga untuk
membantu penyerbukan. Tumbuhan membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
Manusia butuh tanaman padi untuk makan. Coba kamu bayangkan seandainya tidak
ada kupu–kupu, bagaimana penyerbukan pada bunga? Tumbuhan tidak ada air, dan
manusia tidak ada makanan. Apa yang akan terjadi? Hal ini menunjukkan adanya
saling interaksi antara organisme satu dengan lainnya dan antara organisme
dengan lingkungan.
Dalam hubungan tersebut akan terjadi
saling ketergantungan satu sama lain dalam suatu ekosistem. Ekosistem merupakan
interaksi antara organisme dalam suatu lingkungan.
Sementara pengertian ekosistem sendiri adalah hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dan lingkungannya.
2.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Ekosistem
a.
Faktor-faktor fisik
b. suhu
rata-rata
c. rata-rata
curah hujan dan distribusinya
d. angin
e. lintang
dan ketinggian
f. sifat
tanah (untuk ekosistem darat)
h. air
saat ini (untuk ekosistem air)
i.
jumlah bahan padat tersuspensi
(untuk ekosistem air)
b. Faktor
kimia:
·
tingkat air dan udara dalam
tanah
·
tingkat nutrisi tanaman
dilarutkan dalam air tanah (untuk terestrial) dan air (untuk air)
·
tingkat zat beracun alami atau
buatan dilarutkan dalam air tanah dan air
·
salinitas air untuk ekosistem
perairan
·
kadar oksigen terlarut dalam
ekosistem perairan
3.
Tipe Ekosistem
1. Akuatik
: Ekosistem perairan dibagi menjadi 3 yaitu :
a) Air Tawar : Ekosistem air tawar dibagi lagi
menjadi :
·
Lotik :
yang
berarus. contohnya sungai, berciri-ciri : terdapat sinar matahari, banyak
bebatuan, salinitas rendah, makhluk hidup bervariasi, vegetasinya baik.
·
Lentik :
yang
tenang atau tidak berarus. contohnya danau, berciri-ciri: terdapat sinar
matahari, tidak terdapat batu, banyak tanaman tinggi, berada di tengah daratan.
Gambar
ekosistem air tawar
b) Air Laut : Ekosistem air laut dibagi lagi
menjadi :
·
Pantai pasir :
terdapat
formasi vegetasi. Yaitu : pes caprae, contohnya spinifex dan
pandan. Dan barringtonia, contohnya ketapang dan sukun.
·
Pantai batu :
terdapat
padang lamun yaitu tumbuhan dari kelompok Alismatales yang
merupakan sumber makanan duyung.
·
Terumbu karang :
hanya
dapat tumbuh di iklim tropis-subtropis, memerlukan daerah perairan yang alami.
·
Laut dangkal :
sinar
matahari masih cukup banyak, makhluk hidup bervariasi.
·
Laut dalam :
sinar
matahari sedikit, bahkan tidak ada, makhluk yang hidup yang tinggal di laut
dalam biasanya memiliki tubuh yang berpendar atau memiliki alat penerangan di
atas kepalanya.
c) Estuarin: atau disebut juga ekosistem air
payau.
Ciri
dari ekosistem ini adalah terdapat hutan mangrove, merupakan tempat ikan
bertelur (contoh: salmon), terdapat banyak crustaceae, banyak ular dan monyet
di pinggiran estuarin. estuarin dapat ditemui di jakarta, yaitu di tol
cengkareng-jakarta
2. Terestrial:
Ekosistem daratan dibagi menjadi 7 yaitu:
1)
Hutan hujan tropis :
cirinya,
lembab, banyak jamur, curah hujan tinggi, tanahnya subur, banyak tumbuhan
tinggi (pohon), jenis mahluk hidup yang ada : heterogen.
2)
Hutan musim :
curah
hujan tinggi, namun lebih rendah daripada hutan hujan tropis. Contohnya : hutan
pinus, hutan jati
3)
Savana :
terdapat
semak-semak atau disebut juga padang rumput.
4)
Stepa :
adalah
padang rumput yang luas dan tidak terdapat semak-semak.
5)
Gurun :
Curah
hujan rendah, perbedaan suhu siang hari dan malam hari sangat ekstrim, tumbuhan
yang hidup memiliki duri dan berakar panjang serta berbatang besar.
6) Taiga
:
Hutan
musim bagi negara yang bermusim 4. Ciri : beriklim dingin, jenis makhluk hidup
yang ada bersifat homogen, contohnya : hutan pinus.
7)
Tundra :
Ekosistem
bersalju. Contohnya : pinus, semakin tinggi batang, cuaca semakin dingin.
dibagi menjadi 2 yaitu : artik yang bersalju karena mendekati
kutub dan alpin yang bersalju karena ketinggian tempat.
3.
Ekosistem Buatan:
ekosistem buatan, tergantung manusia yang membuatnya. contohnya: sawah, hutan
kota, taman kota, kolam ikan buatan.
B.
Komponen Ekosistem
1.
Komponen
Ekosistem
Marilah kita berjalan-jalan di
halaman sekolah. Lakukan observasi dan catatlah bagian-bagian yang menyusun
ekosistem di halaman sekolahmu! Dari data yang kalian peroleh nanti kita
kelompokkan bersama-sama. Komponen ekosistem terdiri dari dua komponen, yaitu:
b.
Komponen abiotik
(komponen yang tak hidup). Komponen itu antara lain: tanah, air, udara, cahaya
matahari.
c.
Komponen biotik
(komponen yang terdiri dari makhluk hidup). Dalam komponen biotik terdiri dari
tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganime. Berdasarkan bagaimana
mendapatkan makanan komponen biotic dibedakan atas dua macam :
Autotrof adalah organisme yang
dapat memproduksi senyawa organik yang mereka butuhkan sebagai nutrisi dari
senyawa anorganik sederhana yang diperoleh dari lingkungan mereka. Dalam ekosistem darat paling, tumbuhan hijau adalah produsen. Dalam ekosistem perairan, sebagian besar produsen adalah
fitoplankton, terdiri dari berbagai jenis mengambang dan melayang bakteri dan
protista. Kebanyakan produsen membuat nutrisi organik mereka membutuhkan
melalui fotosintesis . Bahan kimia perubahan bersih
secara keseluruhan dapat diringkas sebagai berikut:
Beberapa produsen, terutama bakteri khusus,
dapat mengekstrak senyawa anorganik dari lingkungan mereka dan mengubahnya
menjadi senyawa organik nutrisi tanpa kehadiran sinar matahari. Produsen ini disebut kemosintesis . Contoh dari hal ini adalah
sekitar ventilasi hidrotermal di beberapa bagian laut dalam. Bakteri melakukan kemosintesis dengan mengkonversi hidrogen
sulfida anorganik untuk nutrisi organik.
·
Heterotrophs (konsumen)
Heterotrophs adalah organisme
yang tidak dapat mensintesis nutrisi organik yang mereka butuhkan dan
mendapatkan nutrisi organik mereka dengan memberi makan pada jaringan produsen
atau konsumen lainnya. Ada beberapa kelas konsumen, tergantung pada sumber makanan di
sana.
- konsumen primer (herbivora) pakan langsung pada tanaman atau produsen lain.
- konsumen sekunder (karnivora) pakan hanya pada konsumen primer.
- Tersier atau lebih tinggi
tingkat konsumen pakan hanya pada hewan pemakan hewan.
- Omnivora bisa makan baik tanaman dan animals.Examples adalah babi.
- Detritivores (dekomposer dan pengumpan detritus) hidup dari detritus,
bagian dari organisme mati dan fragmen castoff dan sisa dari organisme
hidup. Dekomposer mencerna detritus dengan memecah molekul organik kompleks di
bahan-bahan ini menjadi lebih sederhana, senyawa anorganik. Dekomposer terdiri dari berbagai bakteri dan jamur .
Berdasarkan
fungsi, komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam:
a
. P r o d u s e n
Produsen merupakan kelompok
organisme yang dapat membuat makanan sendiri. Semua jenis tumbuhan hijau
termasuk produsen. Mengapa tumbuhan hijau dapat membuat makanan sendiri?
Tumbuhan hijau dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Perhatikan
proses fotosintesis di bawah ini!
Zat makanan akan tersimpan pada
daun, batang, akar dan buah. O2 dilepas ke udara dimanfaatkan oleh
organisme lain untuk pernafasan. Organisme yang dapat membuat makanan sendiri
seperti di atas disebut organisme autotrof. Ada tumbuhan yang tidak mempunyai
klorofil maka kebutuhan makanannya tergantung organisme lain karena tidak dapat
berfotosintesis, misal : tali putri.
b
. K o n s u m e n
Kelompok yang terdiri dari hewan dan
manusia. Kelompok ini tidak dapat membuat makanan sendiri, untuk itu tergantung
pada organisme lain. Organisme tersebut disebut organisme heterotrof , yang
artinya organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga untuk
memenuhi kebutuhannya tergantung pada organisme lain. Maka di sini terjadi
peristiwa makan memakan. Berdasarkan tingkat memakannya, terbagi menjadi:
1. Konsumen
I atau primer: organisme yang makan produsen (tumbuhan hijau)
2. Konsumen
II atau sekunder: organisme yang makan konsumen I atau primer.
Berdasarkan
jenis makanannya, konsumen sebagai organisme heterotrof dibagi menjadi:
1. Herbivora:
hewan pemakan tumbuhan Contoh: kerbau, kambing, belalang.
2. Karnivora:
Hewan pemakan daging Contoh: anjing, elang, harimau.
3. Omnivora:
hewan pemakan segalanya Contoh: tikus, ayam, luwak.
c
. Pengurai atau dekompuser
Merupakan mikroorganisme yang
menguraikan senyawa organik atau bahan makanan yang ada pada sisa organisme
menjadi senyawa an organik yang lebih kecil. Pengurai biasanya dari golongan
jamur dan bakteri yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan mereka
memperoleh makanan dengan cara menguraikan organisme yang telah mati. Hasil
penguraian ini berupa zat mineral yang akan meresap ke dalam tanah. Zat mineral
tersebut akan diambil tumbuhan.
C. Satuan–Satuan
Ekosistem
1. Satuan Ekosistem
Pada
waktu kalian jalan-jalan di halaman sekolah, apakah kalian menemukan seekor
semut, sebatang rumput, sekelompok semut atau sekelompok rumput? Seekor semut,
sebatang rumput itu disebut individu, sedangkan sekelompok semut, sekelompok
rumput itu disebut popolasi. Jadi apa yang dimaksud individu dan populasi?
·
Individu adalah makhluk
hidup tunggal.
·
Populasi adalah
sekelompok makhluk hidup yang sejenis mendiami tempat tertentu.
Karena jumlah organisme di suatu tempat
dengan tempat lain berbeda-beda maka tingkat kepadatan populasi pun
berbeda-beda. Kepadatan adalah hubungan antara jumlah individu dan ruang
yang ditempati. Sedangkan kepadatan populasi adalah jumlah individu
makhluk hidup sejenis per satuan luas tempat yang dihuni pada waktu tertentu.
Contoh : Pada tahun 2000, daerah X luasnya 2 km2 dihuni oleh
200 orang penduduk. Maka kepadatan penduduknya adalah 200 orang per 2 km2
= 100 orang per km2. Artinya daerah seluas 1 km2 dihuni
100 orang penduduk. Kepadatan populasi suatu jenis makhluk hidup pada sutu
daerah dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan.
Ada
dua hal yang menyebabkan terjadinya perubahan populasi, sebagai berikut :
1. Adanya
individu yang datang, yaitu karena adanya kelahiran (natalitas) dan imigrasi.
2. Adanya
individu yang pergi, karena adanya kematian (mortalitas) dan emigrasi.
Tempat hidup makhluk hidup itu disebut
dengan habitat. Populasi rumput, populasi semut dan populasinya hidup
bersama–sama ditempat tertentu disebut komunitas. Komunitas adalah
kumpulan populasi–populasi yang berbeda dan hidup bersama pada tempat tertentu.
Makhluk hidup bertempat tinggal dalam suatu habitat akan tergantung pada
lingkungan. Lingkungan adalah segala suatu yang ada di sekitar makhluk
hidup. Kesatuan antara komunitas dengan lingkungannya dimana di dalamnya ada
hubungan timbalbalik disebut dengan ekosistem. Sedangkan ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan disebut ekologi.
Terdapat dua macam ekosistem, yaitu :
1. Ekosistem
buatan; yang sengaja dibuat oleh manusia. Misal: sawah, kolam akuarium.
2. Ekosistem
alami; yang tidak dibuat oleh manusia tetapi sudah ada dari alam. Misal:
sungai, pantai, hutan.
Ekosistem
yang terbesar di bumi disebut biosfer yang terdiri dari seluruh
ekosistem yang ada di permukaan bumi.
D. Hubungan
Antar Komponen Ekosistem
Di dalam
ekosistem terjadi saling ketergantungan antar komponen, sehingga apabila salah
satu komponen mengalami gangguan maka mempengaruhi komponen lainnya. Ekosistem
dikatakan seimbang apabila jumlah antara produsen, konsumen I dan konsumen II
seimbang keterangan gambar anak panah : dimakan.
1. Hubungan
Antara Komponen Biotik dan Komponen Abiotik
Di
antara produsen, konsumen dan pengurai adalah saling ketergantungan. Tidak ada
makhluk hidup yang hidup tanpa makhluk lainnya. Setiap makhluk hidup memerlukan
makhluk hidup lainnya untuk saling mendukung kehidupan baik secara langsung
maupun tak langsung. Hubungan saling ketergantungan antar produsen, konsumen
dan pengurai. Terjadi melalui peristiwa makan dan memakan melalui peristiwa
sebagai berikut:
a. Rantai
makanan
Merupakan
peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem dengan urutan tertentu.
|
|
Keterangan
:
·
Tumbuhan menggunakan
sinar matahari untuk menghasilkan makanan dalam bentuk gula, dan disimpan dalam
dalam biji, batang, dan bagian lainnya
·
Tikus makan tumbuhan.
Tubuh tikus mengubah sejumlah makanan menjadi energi untuk lri, makan, dan
bereproduksi
·
Ular makan tikus. Tikus
merupakan sumber energi untuk ular agar tetap hidup.
·
Burung Elang makan
ular. Tubuh elang menggunakan energy yang tersedia dari ular untuk
melangsungkan proses kehidupan.
b.
Jaring- Jaring Makanan
Interaksi makhluk hidup dalam
ekosistem :
-
interspesifik kompetisi -kompetisi dari satu atau lebih spesies untuk satu atau lebih
kepada sumber daya yang terbatas yang dibutuhkan.
-
Memangsa -organisme individu dari satu spesies, dikenal sebagai predator,
feed pada bagian atau seluruh organisme dari spesies lain, mangsanya, tetapi
tidak tinggal di dalam atau di mangsa.
-
Parasitisme -parasit adalah konsumen yang feed pada organisme hidup lain
(host) dengan hidup pada atau dalam organisme host untuk semua atau sebagian
besar tuan rumah hidup.
-
Mutualisme -adalah jenis interaksi di mana kedua spesies berpartisipasi
secara umum manfaat.
-
Commensalisme -satu manfaat logam, sedangkan yang lainnya tidak membantu atau
dirugikan untuk setiap derajat besar.
Interaksi
antar makhluk hidup tersebut di atas akan membentuk suatu rantai makanan dan
jaring-jaring makanan. Bila rantai-rantai
makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung maka terbentuklah jaring
makanan.
Jaring
makanan adalah gabungan dari rantairantai makanan yang tumpang tindih dalam
ekosistem. Pelajarilah perpindahan energi di daerah tersebut terjadi antara
orgaisme apa saja? Perpindahan energi terjadi antara organisme tertentu, sesuai
dengan tempat hidupnya. Konsumen dengan beberapa macam makanan, memiliki
kesempatan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan konsumen yang sumber
makanannya terbatas. Bila terjadi sesuatu yang memusnahkan salah satu jenis
persediaan makanan, konsumen dapat memilih makanan lain dari rantai makanannya
dalam jaring makanan.
b.
Piramida Makanan
Pada rantai makanan telah kita ketahui
bahwa tingkat tropik yang terdiri atas produsen, konsumen tingkat I, konsumen
tingkat II, dan seterusnya. Produsen yang bersifat autotrof selalu menempati
tingkatan tropik utama, herbivora menempati tingkat tropik kedua, karnivora
menduduki tingkat tropik ketiga, dan seterusnya. Setiap perpindahan energi dari
satu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya akan terjadi pelepasan
sebagian energi berupa panas sehingga jumlah energi pada rantai makanan untuk
tingkat tropik yang semakin tinggi, jumlahnya semakin sedikit. Maka
terbentuklah piramida ekologi/piramida makanan.
Salah satu jenis piramida ekologi adalah
piramida jumlah yang dilukiskan dengan jumlah individu. Piramida jumlah pada
suatu ekosistem menunjukkan bahwa produsen mempunyai jumlah paling besar dan
konsumen tingkat II jumlah lebih sedikit dan jumlah paling sedikit terdapat
pada konsumen tingkat terakhir.Sehingga piramida energy merupakan gambaran
perbandingan antara produsen, konsumen I, konsumen II, dan seterusnya. Dalam
piramida ini semakin ke puncak biomassanya semakin kecil.
c.
Arus Energi
Setiap kegiatan
memerlukan energi. Dari mana makhluk hidup memperoleh energi? Sumber energi
untuk organisme adalah energy kimia yang terdapat di dalam makanan. Makhluk
hidup tidak mampu menciptakan energi, melainkan hanya memindahkan dan
memanfaatkannya untuk beraktivitas. Sehingga arus energi merupakan
perpindahan energi dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Yaitu dari
sinar matahari lalu produsen, ke konsumen tingkat I, ke konsumen tingkat II
sampai pengurai. Sedangkan mineral membentuk siklus. Energi yang dilepas sangat
kecil karena setiap organisme membutuhkan energi dalam memenuhi kebutuhannya.
Keberadaan komponen abiotik dalam ekosistem
sangat mempengaruhi komponen biotik. Misal: tumbuhan dapat hidup baik apabila
lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan tersebut, contohnya
air, udara, cahaya, dan garam–garam mineral. Begitu juga sebaliknya komponen
biotik sangat mempengaruhi komponen abiotik yaitu tumbuhan yang ada di hutan
sangat mempengaruhi keberadaan air, sehingga mata air dapat bertahan, tanah
menjadi subur. Tetapi apabila tidak ada tumbuhan, air tidak dapat tertahan
sehingga dapat menyebabkan tanah longsor dan menjadi tandus. Komponen abiotik
yang tidak tergantung dengan biotik antara lain: gaya grafitasi, matahari, tekanan
udara.
d.
Siklus energy
Merupakan
perpindahan zat dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Akhirnya akan kembali
ke tempat zat itu berasal. Contoh lihat siklus air di bawah ini!
Keseimbangan ekosistem dapat terjadi bila
ada hubangan timbal balik di antara komponen–komponen ekositem. Perhatikan
grafik perbandingan jumlah produsen, herbivora dan karnivora!
Semula produsen, herbivora dan karnivora
berada pada tempat tertentu. Tumbuhan sebagai produsen yang jumlahnya paling
banyak. Apabila ada hal-hal yang mengubah lingkungan maka organisme tersebut
tidak akan mengalami perubahan, tetapi jika jumlah organisme tidak
terkendalikan akan membahayakan organisme lainnya.
1.
Jenis-jenis
Siklus Ekosistem
a. Siklus air
Semua
organisme hidup memerlukan air untuk melakukan aktivitas hidupnya. Oleh karena
itu, ketersediaan air di lingkungan sangat mutlak bagi organisme hidup. Hewan mengambil
air, langsung dari air permukaan, tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan
tumbuhan mengambil air dari air tanah dengan menggunakan akarnya. Manusia
menggunakan sekitar seperempat air tanah yang ada di daratan. Air keluar dari
hewan dan manusia berupa urin dan keringat, sedangkan pada tumbuhan melalui
proses transpirasi.
b. Siklus sulfur (Belerang)
Sulfur merupakan bahan
penting untuk pembuatan semua protein dan banyak terdapat di kerak bumi.
Tumbuhan mengambil sulfur dalam bentuk dari tanah, sedangkan hewan dan manusia
mendapatkannya dari tumbuhan yang mereka makan. Perhatikan skema daur sulfur di
samping ini.
c. Siklus fosfor
Fosfor merupakan unsur kimia yang
jarang terdapat di alam dan merupakan faktor pembatas produktivitas ekosistem,
serta merupakan unsur yang penting untuk pembentukan asam nukleat, protein, ATP
dan senyawa organik vital lainnya. Fosfor satu-satunya daur zat yang tidak
berupa gas, sehingga daurnya tidak melalui udara. Sebagian besar fosfor
mengalir ke laut dan terikat pada endapan di perairan atau dasar laut. Begitu
sampai di laut hanya ada dua mekanisme untuk daur ulangnya ke ekosistem darat,
salah satunya melalui burung-burung laut yang mengambil fosfor melalui rantai
makanan laut dan mengembalikan ke darat melalui kotorannya kemudian masuk ke
rantai makanan. Perhatikan skema daur fosfor di samping ini.
d. Siklus Nitrogen
Semua organisme
memerlukan unsur nitrogen untuk pembentukan protein dan berbagai molekul
organik esensial lainnya. Unsur nitrogen sebagian besar terdapat di atmosfer
dalam bentuk gas nitrogen (N2) dan kadarnya 78% dari semua gas di atmosfer. Gas
nitrogen ini di atmosfer masuk ke dalam tanah melalui fiksasi nitrogen oleh
bakteri (Rhizobium, Azotobacter, Clostridium), alga biru (Anabaena, Nostoc) dan
jamur (Mycorhiza) nitrogen yang masuk ke tanah melalui fiksasi diubah menjadi
amonia (NH3) oleh bakteri amonia. Proses penguraian nitrogen menjadi amonia
disebut amonifikasi. Nitrogen yang masuk ke tanah bersama kilat dan air hujan
berupa ion nitrat (NO3−), sedangkan nitrogen yang ada di dalam tubuh tumbuhan
dan akan hewan melalui proses mineralisasi oleh bakteri pengurai menjadi
amonia. Amonia yang dihasilkan melalui proses amonifikasi dan
mineralisasi oleh bakteri nitrit (nitrosomonas dan nitrosococcus) dirombak
menjadi ion nitrit (NO2−), selanjutnya ion nitrit dirombak bakteri nitrat
(nitrobacter) menjadi ion nitrat (NO3−). Perombakan amonia menjadi ion nitrit,
ion nitrit menjadi ion nitrat disebut nitrifikasi. Tumbuhan umumnya menyerap
nitrogen dalam bentuk ion nitrat, sedangkan hewan mengambil nitrogen dalam
bentuk senyawa organik (protein) yang terkandung pada tumbuhan dan hewan yang
dimakan. Sebagian ion nitrat dirombak oleh bakteri denitrifikasi (Thiobacillus
denitrificans, Pseudomonas denitrificans) menjadi nitrogen. Nitrogen yang
dihasilkan akan kembali ke atmosfer. Proses penguraian ion nitrat menjadi nitrogen
disebut denitrifikasi.
e. Siklus karbon dan oksigen
Unsur
karbon di atmosfer dalam bentuk gas karbon dioksida (CO2), sedangkan unsur oksigen
dalam bentuk gas oksigen (O2). Konsentrasi (CO2) di atmosfer diperkirakan
0,03%. Karbon dioksida masuk ke dalam komponen biotik melalui organisme
fotoautotrop (tumbuhan hijau) dan kemoautotrop (bakteri kemoautotrop) dalam
proses fotosintesis dan kemosintesis. Karbon kemudian tersimpan sebagai zat
organik dan berpindah melalui rantai makanan, respirasi dan ekskresi ke
lingkungan. Sedangkan, oksigen (O2) masuk ke komponen biotik melalui proses
respirasi untuk membakar bahan makanan, lalu dihasilkan karbon dioksida (CO2).
Daur karbon berkaitan erat dengan daur oksigen di alam kita ini.
F. Keanekaragaman
Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya
1. Keanekaragaman
Makhluk hidup
Di permukaan bumi dihuni oleh
berjuta-juta makhluk hidup, baik itu di daratan maupun di lautan. Bagaiamana
dengan halaman sekolahmu? apakah juga dihuni makhluk hidup? Coba sebutkan
makhluk hidup yang ada di halaman sekolahmu! Berapa macamnya? Apakah makhluk
hidup yang kamu jumpai itu sama? Coba lihat apakah daun dalam satu jenis pohon
sama? Terdapat beberapa macam variasi bentuk daun dalam satu jenis pohon.
Variasi–variasi inilah yang menunjukkan bahwa makhluk hidup itu mempunyai
keanekaragaman.
Apa yang
dimaksud keanekaragaman? Keanekaragaman adalah perbedaan di antara
makhluk hidup yang berbeda jenis dan speciesnya. Bagaimana keanekaragaman di
dunia terjadi? Keanekaragaman makhluk terjadi karena adanya perbedaan sifat,
seperti: ukuran, bentuk, warna, fungsi organ, tempat hidup dan lain–lain.
Keanekargaman makhluk hidup sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian
makhluk hidup. Suatu kelompok makhluk hidup yang memiliki kelestarian tinggi,
terdapat keanekaragaman yang tinggi. Sebaliknya makhluk hidup yang memiliki
tingkat kelestarian rendah, terdapat keanekaragaman rendah dan terancam punah.
Keanekaragaman makhluk hidup bersifat
tidak tetap atau tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh campur tangan manusia
terhadap lingkungan yang dapat mempengaruhi keanekaragaman. Penurunan
keanekaragaman makhluk hidup dapat terjadi secara alami dan campur tangan
manusia. Dewasa ini campur tangan manusia berperan besar dalam penurunan
keanekaragaman makhluk hidup, baik itu disadari maupun tidak disadari. Beberapa
perbuatan manusia yang dapat mengancam atau menurunkan keanekaragaman makhluk
hidup antara lain:
a. Pembabatan
hutan alam, untuk jalan raya, pabrik, perumahan dan sebagainya.
b. Penggunaan
pestisida, insektisida dan sejenisnya yang tidak bertanggung jawab.
c. Pembuangan
limbah industri yang sembarangan.
d. Perburuan
hewan yang tidak bertanggung jawab
Dalam perjalanan
waktu ada kelompok makhluk hidup yang mengalami peningkatan keanekaragaman, ada
yang tetap, ada pula yang berkurang keanekaragamannya.
2.
Upaya Pelestarian
Makhluk Hidup
Keanekaragaman
makhluk hidup telah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia atau makhluk
hidup lainnya. Sepantasnya manusia berusaha dan bertindak untuk memelihara,
mengembangkan dan menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai sumber daya alam
hayati, agar senantiasa dapat memperoleh manfaatnya. Mengapa dunia sekarang
berada pada saat harus segera bertindak melestarikan keanekaragaman makhluk
hidup? Dampak buruk yang diakibatkan karena terjadi kepunahan terhadap makhluk
hidup, merugikan bagi manusia itu sendiri. Di Indonesia banyak species hewan,
dan tumbuhan asli Indonesia di ambang kepunahan dan bahkan sudah punah. Menurut
hukum alam suatu species yang sudah punah, tidak akan tercipta lagi di bumi
ini. Apakah itu tidak merugikan? Pelestarian makhluk hidup dapat dilakukan
melalui cara–cara sebagai berikut :
a. T
u m b u h – t u m b u h a n
Upaya yang dilakukan,
sebagai berikut:
·
Kebon koleksi, biasanya
hanya untuk mempertahankan tumbuhan bibit unggul.
Contoh : kebon kelapa di Bone–Bone, kebon mangga di Pasuruan.
Contoh : kebon kelapa di Bone–Bone, kebon mangga di Pasuruan.
·
Kebun plasma nutfah,
merupakan perkembangan kebun koleksi
Contoh: di Cibinong LIPI dengan buah-buahan inti, temu–temuan, talas, dan suweg.
Contoh: di Cibinong LIPI dengan buah-buahan inti, temu–temuan, talas, dan suweg.
·
Kebun botani, didirikan
pada tahun 1817 di Bogor, terkenal dengan Kebon Raya Bogor.
b. H
e w a n
Upaya yang dilakukan,
sebagai berikut:
1. Menangkar
hewan langka dengan cara mengisolasi hewan tersebut.
2. Mengambil
telur–telur hewan untuk dibantu menetaskannya.
3. Memindahkan
hewan langka ke tempat yang lebih cocok.
4. Membuat
undang–undang perburuan.
G.
Pengaruh Kepadatan Populasi Terhadap Lingkungan
1.
Pengaruh
Populasi Manusia Terhadap Lingkungan
Semua kebutuhan manusia dipasok dari
lingkungan yang merupakan sumber daya alam. Sumber daya alam adalah
segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan untuk keperluan manusia.
Pengaruh
populasi manusia terhadap lingkungan antara lain :
a.
Semakin meningkat
jumlah popolasi semakin banyak sumber daya alam yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan. Contoh: kebutuhan pangan, kebutuhan air bersih, kebutuhan udara
bersih dan kebutuhan lainnya.
b.
Apabila jumlah populasi
meningkat akan timbul berbagai masalah, misalnya kepadatan arus lalu lintas yang
mengakibatkan udara terjadi pencemaran, banyak lahan pertanian dijadikan
pemukiman penduduk akibatnya terjadi perkampungan yang kumuh, dan ahkirnya air
bersih ikut menjadi permasalahan.
Apabila
hal ini dibiarkan maka akan terjadi penurunan kualitas lingkungan yang nantinya
juga akan merusak lingkungan. Untuk itu dibutuhkan manusia-manusia yang sadar
lingkungan.
2.
Hal yang Mempengaruhi
Populasi Manusia
Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi populasi
manusia, yaitu:
1. Kelahiran
atau natalitas, kepadatan populasi akan bertambah. Angka kelahiran diperoleh
menghitung jumlah kelahiran hidup tiap 1000 penduduk per tahun
2. Kematian
atau mortalitas, kepadatan populasi akan berkurang. Angka kematian diperoleh
menghitung jumlah kematian tiap 1000 penduduk per tahun.
3. Imigrasi,
adanya penduduk yang datang akan menambah kepadatan populasi.
G. Pengelolaan
Lingkungan
Jika pada ekosistem yang kamu pelajari
melibatkan manusia pada lingkungan, manusia berperan sebagai bagian dari
komponen biotik dan peran manusia ini besar sekali pengaruhnya terhadap kualitas
lingkungan. Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pencemaran sungai,
laut, tanah dan udara disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan
kekayaan alam dan kurang menyadari akan kerusakan lingkungan yang akan
ditimbulkannya. Karena ulah manusia kualitas lingkungan dapat menurun dan dapat
mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di masa datang.
1. Pengaruh
Pencemaran dan Cara Mengatasinya
Tanda–tanda pencemaran air dapat
lihat secara:
·
Fisis, yaitu pada
kejernihan air, perubahan suhu, perubahan rasa, dan perubahan warna air.
·
Kimia, yaitu adanya zat
kimia yang terlarut dan perubahan pH.
·
Biologi, yaitu, adanya
mikroorganisme di dalam air tersebut.
Akibat pencemaran air:
a.
Zat yang memperkaya
perairan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme.
Limbah
yang terkandung dalam air dapat membusuk sehingga pada air menimbulkan bau yang
tidak sedap. Akibatnya kadar oksigen dalam air berkurang sehingga mengganggu
makhluk hidup air lainnya. Sampah organik pada air akan mengalami penguraian
melepaskan nitrat dan fosfat yang merangsang mikroorganisme seperti ganggang
akan tumbuh subur sehingga akan menutupi ekosistem air. Peristiwa ini disebut
eutrofikasi.
b.
Zat-zat yang bersifat
racun akan membunuh organisme yang hidup di air
Zat yang bersifat racun contohnya pestisida yang penggunaannya secara berlebihan sisanya dapat sampai lingkungan air. Karena sisa pertisida itu sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini akan memyebabkan turunnya kandungan oksigen dalam air tersebut Dampak penggunaan pestisida disebut biological magnification yaitu pelipatgandaan bahan pencemar pada organisme dari organisme tingkat rendah ke organisme tingkat tinggi dengan kadar polutannya juga semakin tinggi.
Zat yang bersifat racun contohnya pestisida yang penggunaannya secara berlebihan sisanya dapat sampai lingkungan air. Karena sisa pertisida itu sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini akan memyebabkan turunnya kandungan oksigen dalam air tersebut Dampak penggunaan pestisida disebut biological magnification yaitu pelipatgandaan bahan pencemar pada organisme dari organisme tingkat rendah ke organisme tingkat tinggi dengan kadar polutannya juga semakin tinggi.
Bagaimanakah
upaya yang ditempuh untuk mengatasi pencemaran air? Upaya mengatasi pencemaran
air dilakukan sebagai berikut:
a.
Pengelola industri wajib membuat unit pengelolaan limbah (UPL).
b. Menggunakan pupuk buatan dan pestida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
c. Di rumah tangga wajib membuat unit pengelolaan sederhana.
b. Menggunakan pupuk buatan dan pestida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
c. Di rumah tangga wajib membuat unit pengelolaan sederhana.
b.Pencemaran
udara
Yang menyebabkan
terjadinya pencemaran udara antara lain: asap kendaraan, asap cerobong pabrik,
dan instalasi nuklir atau percobaan nuklir. Akibat pencemaran udara:
a. Meningkatnya
suhu bumi karena efek rumah kaca yaitu meningkatnya kadar karbondioksida, yang
dikenal dengan pemanasan global
b. Gangguan
pernafasan dan penyakit paru-paru.
c. Terjadinya
hujan asam akibat asap yang menggunakan bahan bakar fosil. Hujan asam adalah
hujan yang keasaman air melebihi air hujan yang tidak kena polusi. Dampak dari
hujan asam ini mengakibatkan tanah menjadi kurang subur, merusak tanaman dan pH
air turun.
d. Rusaknya
lapisan ozon . Dampaknya tidak akan tersaringnya sinar ultraviolet oleh lapisan
ozon sehingga kulit mudah terbakar, timbul kanker kulit, lensa mata mudah
terkena katarak, fotosintesis terganggu. Untuk memperlambat terjadinya
pemanasan global dengan cara mengurangi pemakaian bahan bakar minyak,
penghentian CFC pada almari pendingin.
Bagaimanakah
upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran udara? Upaya mengatasi
pencemaran udara dilakukan sebagai berikut:
a. Pabrik
yang mengeluaran asap membuat cerobong asap yang tinggi agar gas pencemarnya
keluar ke lingkungan berbaur dengan angin.
b.Lokasi
pabrik sebaiknya jauh dari pemukiman.
c. Melakukan
reboisasi untuk mengurangi kadar karbondioksida di udara.
Penyebab
pencemaran tanah karena adanya sampah–sampah yang tidak dapat diuraikan,
seperti plastik, kaleng, dan kaca. Akibat pencemaran tanah: kesuburan tanah
menurun dan pertumbuhan tanaman terganggu.
Upaya mengatasi pencemaran tanah,
antara lain :
·
Melakukan daur ulang
sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganime.
·
Memisahkan sampah
plastik dengan non plastik. Sampah non plastik ditimbun dijadikan humus.
·
Jangan membuang sampah
di sembarang tempat.
Selain pengaruh pencemaran lingkungan, kerusakan hutan
juga mempengaruhi kualitas lingkungan hidup. Beberapa penyebab terjadinya
kerusakan hutan, yaitu:
·
Berladang yang
berpindah–pindah.
·
Penebangan kayu secara
liar.
Akibat kerusakan
hutan :
·
Kondisi kesuburan tanah
menurun.
·
Air tanah berkurang.
·
Peningkatan suhu tubuh.
·
Flora dan fauna
terancam.
Upaya mengatasi kerusakan hutan:
a. Masyarakat
harus sadar akan dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan hutan.
b. Meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk memelihara hutan dan tidak melakukan penebangan
liar.
c. Melakukan
tindakan yang memotivasi warga untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan
hidup
d. Menetapkan
peraturan-peraturan tentang yang mengatur penebangan hutan.
e. Mengadakan
pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan hutan.
f. Mengeluarakan
undang–undang tentang lingkungan hidup. Misalnya Undang-undang No.4 tahun 1982
tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan hidup.


